Febrina "Futaba" Selviani

Tips dan trik membangun Radio Internet

Posted by: kawamurafutaba on: 31 October 2009

*Kupipies dari sebelah

Membangun Sendiri Radio Internet

by Romi Satria Wahono

jadwalsiaran.JPGMengiringi pengumuman tentang Radio IlmuKomputer.Com di milis-milis, banyak yang menanyakan ke saya tentang teknik membangun radio internet atau radio online. Sebenarnya caranya sangat mudah dan tidak memakan banyak waktu atau uang ;) . Persyaratannya juga hanya komputer dan koneksi internet untuk infrastruktur, serta Winamp, Shoutcast, dan Shoutcast DSP Plugin untuk softwarenya. Ketiga software tersebut bisa kita dapatkan secara gratis di Internet (freeware) untuk versi Linux maupun Windows. Dengan itu kita bisa jadi broadcaster yang menyiarkan content radio sesuai dengan yang kita inginkan ke seluruh dunia maya. Tertarik? Mari kita bahas bahas secara bertahap bagaimana membuat radio internet ini.

1. Download software yang diperlukan:

2. Install dan jalankan Shoutcast Server di komputer yang ingin kita jadikan server. Untuk instalasi di Linux cukup ekstrak file “shoutcast-1-9-5-linux-glibc6.tar.tar” dan jalankan file “sc_serv”. Tidak perlu menjadi root untuk menjalankannya.

3. Install Winamp dan Shoutcast DSP Plugin di komputer tempat kita akan mengalirkan content radio (mp3 music, dsb) ke Shoutcast Server.

4. Jalankan Winamp, kemudian klik kanan dan pilih “Options” -> “Preferences”.

5. Klik DSP/Effect di bagian Plug-ins dan pilih Nullsoft SHOUTcast Source DSP. Kemudian akan muncul satu window SHOUTcast Source dengan menu “Main”, “Output”, “Encoder”, “Input”.

winamp-shoutcastdsp.jpg

6. Pilih “Output” dan klik “Connect” untuk konek ke Shoutcast server, sebelumnya perlu diperhatikan beberapa hal di bawah:

  • Cek “Address” apakah sudah sesuai dengan server anda. Pilih “localhost” apabila anda install server di tempat anda menginstall Winamp dan DSP Plugin.
  • Password default adalah “Changeme” (tanpa tanda kutip). Anda dapat mengubah setting password ini di “sc_serv.ini” atau “sc_serv.conf” yang terletak satu direktori dengan Shoutcast Server. (C:\Program Files\SHOUTcast\ untuk versi Windows)

winamp-shoutcastdsp2.jpg winamp-shoutcastdsp3.jpg

7. Sekarang tinggal alirkan saja content (music, sound, dsb) ke Shoutcast Server. Caranya mudah, letakkan file mp3 di Winamp dan tekan tanda play, maka music anda akan ter-broadcast ke seluruh dunia maya.

winamp-shoutcastdsp5.jpg

8. Cek dengan menjalankan Winamp dari komputer lain dan klik kanan pilih “Play” -> “URL” dan masukkan http://serveranda:8000. Ganti “serveranda” dengan nama domain atau IP address dimana Shoutcast server diinstal dan dijalankan.

winampradio-playurl.jpg winampradio-openurl.jpg

9. Pertanyaan lain yang muncul, bagaimana kalau kita ingin mengalirkan suara kita secara live? Siapkan microphone dan masukkan kabel microphone ke soundcard PC anda. Kemudian kembali ke Winamp anda, pada SHOUTcast source, pilih “Input”, kemudian ubah “Input device” dari “Winamp (recommended)” ke “Soundcard Input”. Lalu siapkan microphone di depan mulut anda, dan ucapkan “Selamat datang di Radio Internet saya yang tercinta ini”.

winamp-shoutcastdsp6.jpg

Anda sudah memiliki Radio Internet sendiri sekarang. ;) Sebagai informasi tambahan, untuk membangun Radio Internet kita juga bisa menggunakan software lain selain Shoutcast, diantaranya adalah: Unreal Media Server, SAM2 Broadcaster, Pirate Radio, Peercast, Icecast, Andromeda, dsb. Konsepnya tidak jauh berbeda dengan Shoutcast, jadi bekal anda dengan 9 tahapan diatas sudah cukup untuk membuat anda mahir membangun sendiri Radio Internet.

Yang tetap masih penasaran dan pingin melihat secara live ulasan tentang Radio Internet ini, Insya Allah bisa mengikuti acara elifestyle Metro TV hari Sabtu, 4 Pebruari 2006 pukul 14:30. Mudah-mudahan tidak ada aral melintang.

radioikc.JPG metroradioikc.JPG

Tetap dalam perdjoeangan …

ttd-small.jpg


Posted by: kawamurafutaba on: 1 November 2009

Planet X Bukan Planet Nibiru

Ditulis oleh pramesti pada 6/24/08 • Kategori AstroPraktis, Planet

Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang belum ditemukan. Sejak pencarian Planet X dimulai pada awal abad ke 20, kemungkinan akan adanya planet hipotetis yang mengorbit Matahari di balik Sabuk Kuiper telah membakar teori-teori Kiamat dan spekulasi bahwa Planet X sebenarnya merupakan saudara Matahari kita yang telah lama “hilang”. Tetapi, mengapa kita harus cemas duluan akan Planet X/Teori Kiamat ini? Planet X kan tidak lain hanya merupakan obyek hipotetis yang tidak diketahui?

Teori-teori ini didorong pula dengan adanya ramalan suku Maya akan kiamat dunia pada tahun 2012 (Mayan Prophecy) dan cerita mistis Bangsa Sumeria tentang Planet Nibiru, dan akhirnya kini memanas sebagai “ramalan kiamat” 21 Desember 2012. Namun, bukti-bukti astronomis yang digunakan untuk teori-teori ini benar-benar melenceng.

Pada 18 Juni kemarin, peneliti-peneliti Jepang mengumumkan berita bahwa pencarian teoretis mereka untuk sebuah massa besar di luar Tata Surya kita telah membuahkan hasil. Dari perhitungan mereka, mungkin saja terdapat sebuah planet yang sedikit lebih besar daripada sebuah objek Plutoid atau planet kerdil, tetapi tentu lebih kecil dari Bumi, yang mengorbit Matahari dengan jarak lebih dari 100 SA. Tetapi, sebelum kita terhanyut pada penemuan ini, planet ini bukan Nibiru, dan bukan pula bukti akan berakhirnya dunia ini pada 2012. Penemuan ini adalah penemuan baru dan merupakan perkembangan yang sangat menarik dalam pencarian planet-planet minor di balik Sabuk Kuiper.

Dalam simulasi teoretis, dua orang peneliti Jepang telah menyimpulkan bahwa bagian paling luar dari Tata Surya kita mungkin mengandung planet yang belum ditemukan. Patryk Lykawa dan Tadashi Mukai dari Universitas Kobe telah mempublikasikan paper mereka dalam Astrophysical Journal. Paper mereka menjelaskan tentang planet minor yang mereka yakini berinteraksi dengan Sabuk Kuiper yang misterius itu.

Kuiper Belt Objects (KBOs)

Sedna, salah satu objek di Sabuk Kuiper. Kredit : NASA
Sedna, salah satu objek di Sabuk Kuiper. Kredit : NASA

Sabuk Kuiper menempati wilayah yang sangat luas di Tata Surya kita, kira-kira 30-50 SA dari Matahari, dan mengandung sejumlah besar objek-objek batuan dan metalik. Objek terbesar yang diketahui adalah planet kerdil (Plutoid) Eris. Telah lama diketahui, Sabuk Kuiper memiliki karakteristik yang aneh, yang mungkin menandakan keberadaan sebuah benda (planet) besar yang mengorbit Matahari dibalik Sabuk Kuiper. Salah satu karakterikstik tersebut adalah yang disebut dengan “Kuiper Cliff” atau Jurang Kuiper yang terdapat pada jarak 50 SA. Ini merupakan akhir dari Sabuk Kuiper yang tiba-tiba, dan sangat sedikit objek Sabuk Kuiper yang telah dapat diamati di balik titik ini. Jurang ini tidak dapat dihubungkan terhadap resonansi orbital dengan planet-planet masif seperti Neptunus, dan tampaknya tidak terjadi kesalahan (error) pengamatan. Banyak ahli astronomi percaya bahwa akhir yang tiba-tiba dalam populasi Sabuk Kuiper tersebut dapat disebabkan oleh planet yang belum ditemukan, yang mungkin sebesar Bumi. Objek inilah yang diyakini Lykawka dan Mukai, dan telah mereka perhitungkan keberadaannya.

Para peneliti Jepang ini memprediksikan sebuah objek besar, yang massanya 30-70 % massa Bumi, mengorbit Matahari pada jarak 100-200 SA. Objek ini mungkin juga dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian objek Sabuk Kuiper dan objek Trans-Neptunian (TNO) memiliki beberapa karakteristik orbital yang aneh, contohnya Sedna.

Objek-objek trans Neptunian. Kredit : NASA
Objek-objek trans Neptunian. Kredit : NASA

Sejak ditemukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom telah mencari objek lain yang lebih masif, yang dapat menjelaskan gangguan orbital yang diamati pada orbit Neptunus dan Uranus. Pencarian ini dikenal sebagai “Pencarian Planet X”, yang diartikan secara harfiah sebagai “pencarian planet yang belum teridentifikasi”. Pada tahun 1980an gangguan orbital ini dianggap sebagai kesalahan (error) pengamatan. Oleh karena itu, pencarian ilmiah akan Planet X dewasa ini adalah pencarian untuk objek Sabuk Kuiper yang besar, atau pencarian planet minor. Meskipun Planet X mungkin tidak akan sebesar massa Bumi, para peneliti masih akan tetap tertarik untuk mencari objek-objek Kuiper lain, yang mungkin seukuran Plutoid, mungkin juga sedikit lebih besar, tetapi tidak terlalu besar.

“The interesting thing for me is the suggestion of the kinds of very interesting objects that may yet await discovery in the outer solar system. We are still scratching the edges of that region of the solar system, and I expect many surprises await us with the future deeper surveys.” – Mark Sykes, Direktur Planetary Science Institute (PSI) di Arizona.

Planet X Tidaklah Menakutkan
Jadi, dari mana Nibiru ini berasal? Pada tahun 1976, sebuah buku kontroversial berjudul The Twelfth Planet atau Planet Kedua belas ditulis oleh Zecharian Sitchin. Sitchin telah menerjemahkan tulisan-tulisan kuno Sumeria yang berbentuk baji (bentuk tulisan yang diketahui paling kuno). Tulisan berumur 6.000 tahun ini mengungkapkan bahwa ras alien yang dikenal sebagai Anunnaki dari planet yang disebut Nibiru, mendarat di Bumi. Ringkas cerita, Anunnaki memodifikasi gen primata di Bumi untuk menciptakan homo sapiens sebagai budak mereka.

Ketika Anunnaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan kita memerintah Bumi ini hingga saatnya mereka kembali nanti. Semua ini mungkin tampak sedikit fantastis, dan mungkin juga sedikit terlalu detail jika mengingat semua ini merupakan terjemahan harfiah dari suatu tulisan kuno berusia 6.000 tahun. Pekerjaan Sitchin ini telah diabaikan oleh komunitas ilmiah sebagaimana metode interpretasinya dianggap imajinatif. Meskipun demikian, banyak juga yang mendengar Sitchin, dan meyakini bahwa Nibiru (dengan orbitnya yang sangat eksentrik dalam mengelilingi Matahari) akan kembali, mungkin pada tahun 2012 untuk menyebabkan semua kehancuran dan terror-teror di Bumi ini. Dari “penemuan” astronomis yang meragukan inilah hipotesis Kiamat 2012 Planet X didasarkan. Lalu, bagaimanakah Planet X dianggap sebagai perwujudan dari Nibiru?

Kemudian terdapat juga “penemuan katai coklat di luar Tata Surya kita” dari IRAS pada tahun 1984 dan “pengumuman NASA akan planet bermassa 4-8 massa Bumi yang sedang menuju Bumi” pada tahun 1933. Para pendukung hipotesis kiamat ini bergantung pada penemuan astronomis tersebut, sebagai bukti bahwa Nibiru sebenarnya adalah Planet X yang telah lama dicari para astronom selama abad ini. Tidak hanya itu, dengan memanipulasi fakta-fakta tentang penelitian-penelitian ilmiah, mereka “membuktikan” bahwa Nibiru sedang menuju kita (Bumi), dan pada tahun 2012, benda masif ini akan memasuki bagian dalam Tata Surya kita, menyebabkan gangguan gravitasi.

Dalam pendefinisian yang paling murni, Planet X adalah planet yang belum diketahui, yang mungkin secara teoretis mengorbit Matahari jauh di balik Sabuk Kuiper. Jika penemuan beberapa hari lalu memang akhirnya mengarah pada pengamatan sebuah planet atau Plutoid, maka hal ini akan menjadi penemuan luar biasa yang membantu kita memahami evolusi dan karakteristik misterius bagian luar Tata Surya kita.

Sumber : Universe Today

Artikel Terkait

Posted by: kawamurafutaba on: 1 November 2009

David Coulthard Bantu Hamilton Rebut Start Terdepan F1 Abu Dhabi
Sabtu, 31/10/2009 | 21:13 WIB

ABU DHABI, KOMPAS.com - Lewis Hamilton berhasil menempatkan dirinya start di posisi terdepan dalam “Etihad Airways Abu Dhabi Grand Prix 2009″, Minggu (1/11). Pebalap McLaren ini mencatat waktu terbaik 1 menit 41,773 detik untuk satu putaran sirkuit Yas Marina berjarak 5,554 km dalam babak kualifikasi, Sabtu (31/10).

Juara dunai F1 2008 ini menguasai sesi kualifikasi, bahkan juga dalam latihan resmi, kemarin (Jumat (30/10). Malah, saat menutup kualifikasi terakhir, Hamilton sengaja memperlambat mobil karena waktu terbaiknya itu tak bsai dipertajam para lawannya.

Sekalipun juara dunia 2009 sudah jatuh ke tangan Jenson Button, Hamilton masih bersemangat untuk memenangkan balapan. Pasalnya, dengan berhasil memenangkan balapan ia menjadi pebalap pertama yang “membuka selubung” kemenangan.

Keberhasil McLaren MP4-24 melesat tercepat tak lepas dari bantuan David Coulthard. Mantan pebalap McLaren tersebut, sebelumnya telah menjajal lintasan dengan menggunakan mobil balap bertempat duduk dua. Tentu ia memberi laporan kepada bekas timnya.

Sementara di baris terdepan, Hamilton ditemani Sebastian Vettel. Pebalap Red Bull Racing itu mengukuhkan waktu terbaik 1 menit 41,615 menit. Ia melesat lebih cepat 0,011 detik dari rekan setimnya, mark Webber yang start di baris kedua bersama pebalap tim Brawn GP, Rubbens Barrichello.

Sedang juara dunia 2009, Jenson Button harus puas start dari baris ketiga. Pebalap Brawn GP ini mencatat waktu 1 menit 41,892 detik. Meski posisi kelima, bukan tidak mungkin ia dan rekannya bisa menyingkirkan Hamilton melalui strategi pitstop.

Hadiah manis Alonso buyar
Balapan seri pamungkas di Abu Dhabi boleh jadi sebagai kenangan buruk bagi Fernando Alonso. Mantan juara dunia F1 2004 dan 2005 ini bertekad memberi hadiah manis sebagai perpisahan dengan Renault yang telah memberinya dua kali gelar tertinggi.

Namun ambisi pebalap Spanyol ini terhadang dalam babak kualifikasi (Q) sesi pertama. Ia tak berhasil lolos mengikuti Q2 lantaran pada menit terakhir tak berhasil memperbaiki waktunya akibat ke luar lintasan. Dengan posisi start ke-16 sulit buat Alonso bisa menyentuh finish pertama.

Di sirkuit Yas Marina ini, para pebalap masih beradaptasi, terutama untuk menemukan settingan yang pas dengan pemakaian ban. Makanya, ada yang menggunakan jenis soft, harder, softer.

Nico Rosberg sempat melakukan kesalahan di tikungan 8. Beruntung pebalap Williams ini masih bisa melanjutkan kualifikasi dan lolos ke sesi Q2.

Hal serupa juga dialami Heikki Kovalainen. Pebalap McLaren ini sempat melintir di menit terakhir, beruntung ia masih bisa melesat tercepat ke-13.

1. Hamilton McLaren-Mercedes (B)         1:39.873       1:39.695        1:40.948
2. Vettel Red Bull-Renault (B)                   1:40.666       1:39.984        1:41.615
3. Webber Red Bull-Renault (B)                1:40.667      1:40.272        1:41.726
4. Barrichello Brawn-Mercedes (B)           1:40.574      1:40.421        1:41.786
5. Button Brawn-Mercedes (B)                 1:40.378      1:40.148        1:41.892
6. Trulli Toyota (B)                                    1:40.517      1:40.373       1:41.897
7. Kubica BMW-Sauber (B)                     1:40.520      1:40.545       1:41.992
8. Heidfeld BMW-Sauber (B)                    1:40.558      1:40.635       1:42.343
9. Rosberg Williams-Toyota (B)                 1:40.842      1:40.661       1:42.583
10. Buemi Toro Rosso-Ferrari (B)              1:40.908     1:40.430        1:42.713
11. Raikkonen Ferrari (B)                          1:41.100      1:40.726
12. Kobayashi Toyota (B)                           1:41.035     1:40.777
13. Kovalainen McLaren-Mercedes (B)     1:40.808      1:40.983
14. Nakajima Williams-Toyota (B)             1:41.096      1:41.148
15. Alguersuari Toro Rosso-Ferrari (B)      1:41.503      1:41.689
16. Alonso Renault (B)                              1:41.667
17. Liuzzi Force India-Mercedes (B)         1:41.701
18. Sutil Force India-Mercedes (B)           1:41.863
19. Grosjean Renault (B)                           1:41.950
20. Fisichella Ferrari (B)                            1:42.184
SBT

Editor: bastian
Sumber : autosport

Posted by: kawamurafutaba on: 1 November 2009

David Coulthard Bantu Hamilton Rebut Start Terdepan F1 Abu Dhabi
Sabtu, 31/10/2009 | 21:13 WIB

ABU DHABI, KOMPAS.com - Lewis Hamilton berhasil menempatkan dirinya start di posisi terdepan dalam “Etihad Airways Abu Dhabi Grand Prix 2009″, Minggu (1/11). Pebalap McLaren ini mencatat waktu terbaik 1 menit 41,773 detik untuk satu putaran sirkuit Yas Marina berjarak 5,554 km dalam babak kualifikasi, Sabtu (31/10).

Juara dunai F1 2008 ini menguasai sesi kualifikasi, bahkan juga dalam latihan resmi, kemarin (Jumat (30/10). Malah, saat menutup kualifikasi terakhir, Hamilton sengaja memperlambat mobil karena waktu terbaiknya itu tak bsai dipertajam para lawannya.

Sekalipun juara dunia 2009 sudah jatuh ke tangan Jenson Button, Hamilton masih bersemangat untuk memenangkan balapan. Pasalnya, dengan berhasil memenangkan balapan ia menjadi pebalap pertama yang “membuka selubung” kemenangan.

Keberhasil McLaren MP4-24 melesat tercepat tak lepas dari bantuan David Coulthard. Mantan pebalap McLaren tersebut, sebelumnya telah menjajal lintasan dengan menggunakan mobil balap bertempat duduk dua. Tentu ia memberi laporan kepada bekas timnya.

Sementara di baris terdepan, Hamilton ditemani Sebastian Vettel. Pebalap Red Bull Racing itu mengukuhkan waktu terbaik 1 menit 41,615 menit. Ia melesat lebih cepat 0,011 detik dari rekan setimnya, mark Webber yang start di baris kedua bersama pebalap tim Brawn GP, Rubbens Barrichello.

Sedang juara dunia 2009, Jenson Button harus puas start dari baris ketiga. Pebalap Brawn GP ini mencatat waktu 1 menit 41,892 detik. Meski posisi kelima, bukan tidak mungkin ia dan rekannya bisa menyingkirkan Hamilton melalui strategi pitstop.

Hadiah manis Alonso buyar
Balapan seri pamungkas di Abu Dhabi boleh jadi sebagai kenangan buruk bagi Fernando Alonso. Mantan juara dunia F1 2004 dan 2005 ini bertekad memberi hadiah manis sebagai perpisahan dengan Renault yang telah memberinya dua kali gelar tertinggi.

Namun ambisi pebalap Spanyol ini terhadang dalam babak kualifikasi (Q) sesi pertama. Ia tak berhasil lolos mengikuti Q2 lantaran pada menit terakhir tak berhasil memperbaiki waktunya akibat ke luar lintasan. Dengan posisi start ke-16 sulit buat Alonso bisa menyentuh finish pertama.

Di sirkuit Yas Marina ini, para pebalap masih beradaptasi, terutama untuk menemukan settingan yang pas dengan pemakaian ban. Makanya, ada yang menggunakan jenis soft, harder, softer.

Nico Rosberg sempat melakukan kesalahan di tikungan 8. Beruntung pebalap Williams ini masih bisa melanjutkan kualifikasi dan lolos ke sesi Q2.

Hal serupa juga dialami Heikki Kovalainen. Pebalap McLaren ini sempat melintir di menit terakhir, beruntung ia masih bisa melesat tercepat ke-13.

1. Hamilton McLaren-Mercedes (B)         1:39.873       1:39.695        1:40.948
2. Vettel Red Bull-Renault (B)                   1:40.666       1:39.984        1:41.615
3. Webber Red Bull-Renault (B)                1:40.667      1:40.272        1:41.726
4. Barrichello Brawn-Mercedes (B)           1:40.574      1:40.421        1:41.786
5. Button Brawn-Mercedes (B)                 1:40.378      1:40.148        1:41.892
6. Trulli Toyota (B)                                    1:40.517      1:40.373       1:41.897
7. Kubica BMW-Sauber (B)                     1:40.520      1:40.545       1:41.992
8. Heidfeld BMW-Sauber (B)                    1:40.558      1:40.635       1:42.343
9. Rosberg Williams-Toyota (B)                 1:40.842      1:40.661       1:42.583
10. Buemi Toro Rosso-Ferrari (B)              1:40.908     1:40.430        1:42.713
11. Raikkonen Ferrari (B)                          1:41.100      1:40.726
12. Kobayashi Toyota (B)                           1:41.035     1:40.777
13. Kovalainen McLaren-Mercedes (B)     1:40.808      1:40.983
14. Nakajima Williams-Toyota (B)             1:41.096      1:41.148
15. Alguersuari Toro Rosso-Ferrari (B)      1:41.503      1:41.689
16. Alonso Renault (B)                              1:41.667
17. Liuzzi Force India-Mercedes (B)         1:41.701
18. Sutil Force India-Mercedes (B)           1:41.863
19. Grosjean Renault (B)                           1:41.950
20. Fisichella Ferrari (B)                            1:42.184
SBT

Editor: bastian
Sumber : autosport

Mbem Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

 

January 2012
M T W T F S S
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

futaba photo

Mbie`s Photos

Photo 349

Photo 344

08011012541100

@banana

DeW n BiL

Foto002

Muttzzz

cileumbeur

ckckck...

di kota Tua

More Photos
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.